Minggu, 19 Mei 2019

ANDALAN INDONESIA WUJUDKAN POROS MARITIM DUNIA

Nama : Thia Amelia
NPM: 1710631180147

Dibuat Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester 
Mata Kuliah Geopolitik dan Geostrategi  Indonesia
Dosen: Prilla Marsingga S.Sos., M.I.Pol

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN 

 

KOMPETENSI UNGGULAN INDONESIA

Dalam buku ini, dijelaskan bagaimana cara Indonesia untuk mejadi poros maritim dunia seperti yang sudah digaungkan sebelumnya oleh pak Jokowi-JK. Untuk mencapai hal tersebut, tentunya salah satu bagian dalam buku ini menjadi penting untuk dibahas, yaitu kompetensi unggulan yang dimiliki oleh Indonesia untuk membawanya menjadi poros maritim dunia. Sudah tentu memang sumber daya alam dan kekayaan yang dimiliki oleh sebuah negara akan menjadi hal yang dibanggakan oleh negara tersebut, tentunya selain sebagai jati diri bangsa juga sebagai faktor yang membuatnya dapat bersaing dengan bangsa lain dan menjadi kompetensi unggulannya. Indonesia tentu saja harus mengetahui apa yang dimilikinya untuk dijadikan sebuah kompetensi unggulan.
Indonesia adalah negara yang besar dengan segala aspek di dalamnya yang melimpah, terutama dalam sumber daya alam. Hal tersebut pula yang menjadi alasan mengapa negara Indonesia menjadi negara jajahan Belanda pada zaman dahulu, rempah-rempah yang melimpahlah alasannya, begitu pula yang dibahas dalam buku ini. Yang paling unggul adalah bahwa Indonesia secara geopolitik, letak geografi nya berada di silang dunia, dengan populasi 260juta jiwa. Indonesia berada tepat di tengah center of gravity dunia yaitu Indo-pasifik. Seperti yang diketahui, bahwa pusat perhatian dunia saat ini bukan lagi ke daerah timur, melainkan ke Indo-pasifik, negara-negara barat perlahan-lahan mulai memalingkan perhatian mereka ke Indo-pasifik, dan ketika hal tersebut terjadi tentu saja Indonesia mendapatkan keuntungan yang besar karena Indonesia berada di sana. Tentu saja tepat sekali apa yang dikatakan dalam buku ini bahwa letak geografis Indonesia ini menjadi salah satu kompetensi unggulan penting yang dimiliki oleh Indonesia.
Buah dari letak geografis Indonesia yang sangat diuntungkan, karena terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik, Indonesia memiliki banyak pegunungan yang kaya akan mineral, beberapa daerah di Indonesia penghasil jenis bahan tambang, seperti minyak bumi, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, batu bara, emas, dan perak. Wilayah di Indonesia juga subur untuk menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Selain di daratan, perairan Indonesia juga tidak kalah subur, dengan potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia sebesar 6,5 juta ton per tahun tersebar di perairan wilayah Indonesia dan Zona Ekonomi Eksklusif, hal tersebut akan jika dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperkirakan AS$ 82 milyar per tahun. Begitulah bagaimana kayanya Indonesia dengan sumber daya alam nya, itu juga yang menyebabkan saya menyebutkan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia itu melimpah, di setiap sudutnya memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia dan Indonesia patut bersyukur karena telah diberikan hal tersebut. Sumber daya alam ini menjadi kompetensi unggulan lain yang dimiliki oleh Indonesia, sumber daya ini disebut dengan given karena sudah diberikan sejak awal, hanya tinggal bagaimana pemerintah bisa memanfaatkan kekayaan alam ini dengan sebaik-baiknya agar dapat bermanfaat bagi semuanya. Karena dengan pemanfaatan yang baik tentu saja visi Poros Maritim Dunia yang dikatakan akan terjadi pada 2045 tentu akan tercapai.
Satu lagi keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia, yaitu dari segi demografinya, populasi Indonesia mencapai 260 juta penduduk dan menjadi negara dengan penduduk terbanyak nomor empat di dunia. Hal ini tentu saja cukup menganehkan karena anggapan orang Indonesia adalah dengan banyaknya warga negara di Indonesia maka lahan akan semakin sempit dan tempat tinggal akan habis. Namun dalam buku ini dibahas bahwa populasi yang besar ini justru akan menjadi keunggulan Indonesia yang lain. Kenapa? Karena dengan populasi yang banyak itu, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang besar dengan jumlah usia produktif yang bekerja akan lebih banyak daripada usia penduduk pada umumnya. Di atas sudah dijelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis nya strategis, jika ditambah dengan populasi dari jumlah usia pekerja nya juga yang melimpah, maka bukan tidak mungkin visi Poros Maritim Dunia yang sudah dicanangkan Indonesia pada tahun 2045 akan benar-benar tercapai. Karena, dengan kekayaan yang dimiliki itu tentu saja harus dioleh dengan baik dan benar, dan Indonesia memiliki sumber daya manusia nya. Hal yang baik bagi buku ini karena memasukkan populasi Indonesia sebagai salah satu kompetensi unggulannya. Ketika banyak negara mengkhawatirkan semakin mengecilkan jumlah masyarakat yang berusia produktif kerja, Indonesia akan bersantai karena banyak dari warga negaranya yang masih muda, masih mampu untuk belajar, dan membuat Indonesia mencapai cita-citanya.
Namun dibalik itu semua, tantangan dan ancaman tentu didapatkan oleh Indonesia. Tantangan nya adalah bahwa pemerintah harus mampu untuk memberikan penilaian terhadap sumber daya nasional yang akan digunakan, hal itu disebut sebagai sumber daya strategis yang berupa potensi yang dimiliki dan dimanfaatkan sebagai peluang. Tentu dengan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh Indonesia, serta dengan melimpah ruahnya sumber daya alam yang dimiliki, akan sulit untuk mengembangkannya sekaligus. Maka dari itu, buku ini berkata bahwa pemerintah Indonesia perlu melakukan penilaian terhadap sumber daya nasional yang akan digunakan, apakah hal tersebut akan memberikan manfaat yang besar ke depannya atau tidak.
Lalu ancaman yang dihadapi oleh Indonesia adalah dengan letak geografis yang strategis dan sumber daya yang melimpah, Indonesia justru menjadi target kepentingan negara-negara maju. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perhatian negara-negara barat saat ini sedang terfokus pada daerah Indo-pasifik, sudah pasti dengan berada tepat di tengah center of gravity tersebut, besar kemungkinan Indonesia akan dimanfaatkan oleh kepentingan negara-negara lain nya. Tentu saja hal ini akan menjadi ancaman yang sangat besar, karena bagaimanapun harga diri bangsa Indonesia akan terkoyak jika hal itu terjadi. Maka dalam buku ini diberi solusi bahwa peran lembaga-lembaga dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sangat vital, untuk memberikan informasi terkait faktor yang menghambat, atau bahkan potensial menggagalkan rencana besar tersebut.
Buku ini tentunya berisi pedoman lengkap bagaimana cara agar Indonesia dapat mencapai visi Poros Maritim Dunia pada tahun 2045, dan yang paling utama adalah mengetahui kompetensi unggulan yang dimiliki oleh negara Ini. Namun selain itu, pemerintah Indonesia pun harus mampu untuk memanfaatkannya dengan baik, karena jika berbicara tentang keunggulan, banyak sekali yang dimiliki oleh Indonesia. Namun yang menjadi kesulitan adalah apa yang harusnya didahulukan agar kekayaan itu bisa dimanfaatkan sedikit demi sedikit.

OPINI: MASUKAN DALAM TANTANGAN KOMPETENSI UNGGULAN INDONESIA

Sebagaimana yang disebutkan dalam buku ini, bahwa tantangan yang akan dihadapi Indonesia dalam kompetensi unggulannya yang akan menjadi jalan visi Poros Maritim Dunia pada tahun 2045 adalah bahwa pemerintah harus mampu untuk memberikan penilaian terhadap sumber daya nasional yang akan digunakan, hal itu disebut sebagai sumber daya strategis yang berupa potensi yang dimiliki dan dimanfaatkan sebagai peluang. Tentu saja hal tersebut menjadi tantangan berat karena pemerintah harus mampu mengidentifikasi keunggulan mana yang harus diutamakan terlebih dahulu. Pemerintah Indonesia tidak perlu menunggu sampai energi yang digunakan saat ini habis untuk dapat beralih pada energi lain yang dianggap potensial. Opsi untuk ‘mampu memberikan penilaian terhadap sumber daya nasional’ harus lah benar-benar dimanfaatkan dengan baik karena seperti yang diketahui bahwa sumber daya Indonesia sangatlah banyak. Pemerintah Indonesia mungkin kesulitan untuk mengolah itu semua sehingga jika dianggap baik dalam satu energi maka energi lain akan dikesampingkan terlebih dahulu. Padahal seharusnya Indonesia mampu membangun peta dalam pengelolaan sumber daya alam agar tidak cepat habis dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga pengelolaan nya akan maksimal. Jika satu sumber daya alam dianggap sebagai sumber daya yang strategis dan mampu dimanfaatkan, maka manfaatkan energi itu dengan sebaik-baiknya, namun di sisi lain juga harus mencari energi lain yang sekiranya mampu dipakai ke depannya, sehingga pemakaian energi yang pertama tidak terlalu berlebihan dan masih dapat digunakan di masa depan, begitu seterusnya sampai Indonesia mampu memanfaatkan semua sumber daya alam yang dimiliki.
Selain itu dalam hal kelebihan, disebutkan bahwa salah satu kompetensi unggulan Indonesia adalah populasinya, yaitu jumlah usia produktif yang bekerja akan lebih banyak daripada usia penduduk pada umumnya. Disebutkan pula bahwa hal tersebut adalah hal yang baik karena akan menjadi modal pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Namun hal tersebut akan menjadi bumerang bagi negara juga jika pemerintah tidak bisa menyaring itu semua menjadi sumber daya manusia yang unggulan ke depannya. Yang disebutkan dalam buku ini hanyalah bonus karena usia produktif Indonesia akan bertambah, dan tidak menyebutkan kemampuannya. Bonus itu akan dimulai pada tahun 2020 dan mencapai puncaknya pada tahun 2030 atau 2040. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri berkata saat memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2016, bahwa bonus demografi ini ibarat pedang bermata dua karenanya pemerintah Indonesia harus bekerja keras. Bonus itu akan menjadi hal yang positif jika mereka semua adalah manusia unggulan yang mampu berkompetisi, namun akan menjadi hal negatif jika tidak disaring dengan baik, mereka justru akan bergantung terlalu besar kepada pemerintah atau malah menganggur dan bonus usia produktif itu hanya lah omongan dalam buku belaka, dan itu akan membuat pemerintah menjadi kesulitan. Bahkan sebuah majalah Jerman, Der Speaker, mengatakan bahwa kamu muda yang menganggur akan menjadi spesies yang paling berbahaya di dunia. Karena dari itu pemerintah Indonesia haruslah benar-benar dapat mengolah sumber daya manusia di Indonesia ini dengan lebih baik, agar mereka mampu untuk bersaing dan menjadi lebih baik lagi.

Sumber: Untung S., Montratama., dan Sulaiman. 2018. Indonesia Inc Peta Jalan Menuju Poros Maritim Dunia. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar