Nama : Thia Amelia
NPM: 1710631180147
Dibuat Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah Geopolitik dan Geostrategi Indonesia
Dosen: Prilla Marsingga S.Sos., M.I.Pol
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
KOMPETENSI UNGGULAN INDONESIA
Dalam
buku ini, dijelaskan bagaimana cara Indonesia untuk mejadi poros maritim dunia
seperti yang sudah digaungkan sebelumnya oleh pak Jokowi-JK. Untuk mencapai hal
tersebut, tentunya salah satu bagian dalam buku ini menjadi penting untuk
dibahas, yaitu kompetensi unggulan yang dimiliki oleh Indonesia untuk
membawanya menjadi poros maritim dunia. Sudah tentu memang sumber daya alam dan
kekayaan yang dimiliki oleh sebuah negara akan menjadi hal yang dibanggakan
oleh negara tersebut, tentunya selain sebagai jati diri bangsa juga sebagai
faktor yang membuatnya dapat bersaing dengan bangsa lain dan menjadi kompetensi
unggulannya. Indonesia tentu saja harus mengetahui apa yang dimilikinya untuk
dijadikan sebuah kompetensi unggulan.
Indonesia
adalah negara yang besar dengan segala aspek di dalamnya yang melimpah,
terutama dalam sumber daya alam. Hal tersebut pula yang menjadi alasan mengapa
negara Indonesia menjadi negara jajahan Belanda pada zaman dahulu, rempah-rempah
yang melimpahlah alasannya, begitu pula yang dibahas dalam buku ini. Yang
paling unggul adalah bahwa Indonesia secara geopolitik, letak geografi nya
berada di silang dunia, dengan populasi 260juta jiwa. Indonesia berada tepat di
tengah center of gravity dunia yaitu
Indo-pasifik. Seperti yang diketahui, bahwa pusat perhatian dunia saat ini
bukan lagi ke daerah timur, melainkan ke Indo-pasifik, negara-negara barat
perlahan-lahan mulai memalingkan perhatian mereka ke Indo-pasifik, dan ketika
hal tersebut terjadi tentu saja Indonesia mendapatkan keuntungan yang besar
karena Indonesia berada di sana. Tentu saja tepat sekali apa yang dikatakan
dalam buku ini bahwa letak geografis Indonesia ini menjadi salah satu
kompetensi unggulan penting yang dimiliki oleh Indonesia.
Buah
dari letak geografis Indonesia yang sangat diuntungkan, karena terletak pada
titik pergerakan lempeng tektonik, Indonesia memiliki banyak pegunungan yang
kaya akan mineral, beberapa daerah di Indonesia penghasil jenis bahan tambang,
seperti minyak bumi, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, batu bara, emas,
dan perak. Wilayah di Indonesia juga subur untuk menjadi lahan pertanian dan
perkebunan. Selain di daratan, perairan Indonesia juga tidak kalah subur,
dengan potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia sebesar 6,5 juta ton per
tahun tersebar di perairan wilayah Indonesia dan Zona Ekonomi Eksklusif, hal
tersebut akan jika dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
diperkirakan AS$ 82 milyar per tahun. Begitulah bagaimana kayanya Indonesia
dengan sumber daya alam nya, itu juga yang menyebabkan saya menyebutkan bahwa
kekayaan sumber daya alam Indonesia itu melimpah, di setiap sudutnya memiliki
sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia
dan Indonesia patut bersyukur karena telah diberikan hal tersebut. Sumber daya
alam ini menjadi kompetensi unggulan lain yang dimiliki oleh Indonesia, sumber
daya ini disebut dengan given karena
sudah diberikan sejak awal, hanya tinggal bagaimana pemerintah bisa
memanfaatkan kekayaan alam ini dengan sebaik-baiknya agar dapat bermanfaat bagi
semuanya. Karena dengan pemanfaatan yang baik tentu saja visi Poros Maritim
Dunia yang dikatakan akan terjadi pada 2045 tentu akan tercapai.
Satu
lagi keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia, yaitu dari segi demografinya,
populasi Indonesia mencapai 260 juta penduduk dan menjadi negara dengan
penduduk terbanyak nomor empat di dunia. Hal ini tentu saja cukup menganehkan
karena anggapan orang Indonesia adalah dengan banyaknya warga negara di Indonesia
maka lahan akan semakin sempit dan tempat tinggal akan habis. Namun dalam buku
ini dibahas bahwa populasi yang besar ini justru akan menjadi keunggulan
Indonesia yang lain. Kenapa? Karena dengan populasi yang banyak itu, Indonesia
akan mendapatkan bonus demografi yang besar dengan jumlah usia produktif yang
bekerja akan lebih banyak daripada usia penduduk pada umumnya. Di atas sudah
dijelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan letak
geografis nya strategis, jika ditambah dengan populasi dari jumlah usia pekerja
nya juga yang melimpah, maka bukan tidak mungkin visi Poros Maritim Dunia yang
sudah dicanangkan Indonesia pada tahun 2045 akan benar-benar tercapai. Karena,
dengan kekayaan yang dimiliki itu tentu saja harus dioleh dengan baik dan
benar, dan Indonesia memiliki sumber daya manusia nya. Hal yang baik bagi buku
ini karena memasukkan populasi Indonesia sebagai salah satu kompetensi
unggulannya. Ketika banyak negara mengkhawatirkan semakin mengecilkan jumlah
masyarakat yang berusia produktif kerja, Indonesia akan bersantai karena banyak
dari warga negaranya yang masih muda, masih mampu untuk belajar, dan membuat
Indonesia mencapai cita-citanya.
Namun
dibalik itu semua, tantangan dan ancaman tentu didapatkan oleh Indonesia. Tantangan
nya adalah bahwa pemerintah harus mampu untuk memberikan penilaian terhadap
sumber daya nasional yang akan digunakan, hal itu disebut sebagai sumber daya
strategis yang berupa potensi yang dimiliki dan dimanfaatkan sebagai peluang.
Tentu dengan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh Indonesia, serta
dengan melimpah ruahnya sumber daya alam yang dimiliki, akan sulit untuk
mengembangkannya sekaligus. Maka dari itu, buku ini berkata bahwa pemerintah
Indonesia perlu melakukan penilaian terhadap sumber daya nasional yang akan
digunakan, apakah hal tersebut akan memberikan manfaat yang besar ke depannya
atau tidak.
Lalu
ancaman yang dihadapi oleh Indonesia adalah dengan letak geografis yang
strategis dan sumber daya yang melimpah, Indonesia justru menjadi target
kepentingan negara-negara maju. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perhatian
negara-negara barat saat ini sedang terfokus pada daerah Indo-pasifik, sudah
pasti dengan berada tepat di tengah center
of gravity tersebut, besar kemungkinan Indonesia akan dimanfaatkan oleh
kepentingan negara-negara lain nya. Tentu saja hal ini akan menjadi ancaman
yang sangat besar, karena bagaimanapun harga diri bangsa Indonesia akan
terkoyak jika hal itu terjadi. Maka dalam buku ini diberi solusi bahwa peran
lembaga-lembaga dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sangat vital, untuk
memberikan informasi terkait faktor yang menghambat, atau bahkan potensial
menggagalkan rencana besar tersebut.
Buku
ini tentunya berisi pedoman lengkap bagaimana cara agar Indonesia dapat
mencapai visi Poros Maritim Dunia pada tahun 2045, dan yang paling utama adalah
mengetahui kompetensi unggulan yang dimiliki oleh negara Ini. Namun selain itu,
pemerintah Indonesia pun harus mampu untuk memanfaatkannya dengan baik, karena
jika berbicara tentang keunggulan, banyak sekali yang dimiliki oleh Indonesia.
Namun yang menjadi kesulitan adalah apa yang harusnya didahulukan agar kekayaan
itu bisa dimanfaatkan sedikit demi sedikit.
OPINI: MASUKAN DALAM TANTANGAN KOMPETENSI UNGGULAN INDONESIA
Sebagaimana
yang disebutkan dalam buku ini, bahwa tantangan yang akan dihadapi Indonesia
dalam kompetensi unggulannya yang akan menjadi jalan visi Poros Maritim Dunia
pada tahun 2045 adalah bahwa pemerintah harus mampu untuk memberikan penilaian
terhadap sumber daya nasional yang akan digunakan, hal itu disebut sebagai
sumber daya strategis yang berupa potensi yang dimiliki dan dimanfaatkan
sebagai peluang. Tentu saja hal tersebut menjadi tantangan berat karena
pemerintah harus mampu mengidentifikasi keunggulan mana yang harus diutamakan
terlebih dahulu. Pemerintah Indonesia tidak perlu menunggu sampai energi yang
digunakan saat ini habis untuk dapat beralih pada energi lain yang dianggap
potensial. Opsi untuk ‘mampu memberikan penilaian terhadap sumber daya
nasional’ harus lah benar-benar dimanfaatkan dengan baik karena seperti yang
diketahui bahwa sumber daya Indonesia sangatlah banyak. Pemerintah Indonesia
mungkin kesulitan untuk mengolah itu semua sehingga jika dianggap baik dalam
satu energi maka energi lain akan dikesampingkan terlebih dahulu. Padahal
seharusnya Indonesia mampu membangun peta dalam pengelolaan sumber daya alam
agar tidak cepat habis dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga pengelolaan nya
akan maksimal. Jika satu sumber daya alam dianggap sebagai sumber daya yang
strategis dan mampu dimanfaatkan, maka manfaatkan energi itu dengan
sebaik-baiknya, namun di sisi lain juga harus mencari energi lain yang
sekiranya mampu dipakai ke depannya, sehingga pemakaian energi yang pertama
tidak terlalu berlebihan dan masih dapat digunakan di masa depan, begitu
seterusnya sampai Indonesia mampu memanfaatkan semua sumber daya alam yang
dimiliki.
Selain
itu dalam hal kelebihan, disebutkan bahwa salah satu kompetensi unggulan
Indonesia adalah populasinya, yaitu jumlah usia produktif yang bekerja akan
lebih banyak daripada usia penduduk pada umumnya. Disebutkan pula bahwa hal
tersebut adalah hal yang baik karena akan menjadi modal pertumbuhan ekonomi
Indonesia di masa mendatang. Namun hal tersebut akan menjadi bumerang bagi
negara juga jika pemerintah tidak bisa menyaring itu semua menjadi sumber daya
manusia yang unggulan ke depannya. Yang disebutkan dalam buku ini hanyalah
bonus karena usia produktif Indonesia akan bertambah, dan tidak menyebutkan
kemampuannya. Bonus itu akan dimulai pada tahun 2020 dan mencapai puncaknya
pada tahun 2030 atau 2040. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri berkata saat
memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2016, bahwa bonus demografi ini
ibarat pedang bermata dua karenanya pemerintah Indonesia harus bekerja keras.
Bonus itu akan menjadi hal yang positif jika mereka semua adalah manusia
unggulan yang mampu berkompetisi, namun akan menjadi hal negatif jika tidak
disaring dengan baik, mereka justru akan bergantung terlalu besar kepada
pemerintah atau malah menganggur dan bonus usia produktif itu hanya lah omongan
dalam buku belaka, dan itu akan membuat pemerintah menjadi kesulitan. Bahkan sebuah
majalah Jerman, Der Speaker, mengatakan
bahwa kamu muda yang menganggur akan menjadi spesies yang paling berbahaya di
dunia. Karena dari itu pemerintah Indonesia haruslah benar-benar dapat mengolah
sumber daya manusia di Indonesia ini dengan lebih baik, agar mereka mampu untuk
bersaing dan menjadi lebih baik lagi.
Sumber: Untung S., Montratama., dan Sulaiman. 2018. Indonesia Inc Peta Jalan Menuju Poros Maritim Dunia. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar